BBM NAIK TINGGI KOPI TAK TERBELI. ORANG KAYA PAKAI SUBSIDI NILAI RUPIAH TURUN LAGI.

BBM NAIK TINGGI KOPI TAK TERBELI. ORANG KAYA PAKAI SUBSIDI NILAI RUPIAH TURUN LAGI.




Selamat pagi, selamat beraktivitas. Bulan Agustus adalah salah satu bulan yang memperingati di mana Indonesia sudah merdeka sejak Agustus tahun 1945. Namun, apakah kita sudah benar-benar merdeka? Gaji yang kalian dapat mungkin naik setiap tahunnya, tetapi bersamaan dengan itu bahan bakar untuk kendaraan kalian pun ikut naik, kopi hitam yang sering kalian konsumsi juga ikut naik, harga makanan di warteg yang kalian makan juga pasti akan ikut naik.

Di mana letak merdekanya? Setiap orang pasti memiliki definisi merdeka berbeda beda, ada yang merasa merdeka secara finansial padahal uangnya segitu segitu ajah, ada yang merasa merdeka setelah lulus kuliah padahal masih belum tahu ingin kerja apa, ada juga yang merasa merdeka setelah putus dari pacarnya yang overprotektif. Hak prerogatif setiap orang memiliki kemerdekaan dalam dirinya masing-masing. Tetapi bagaimana bisa merasa merdeka jika setiap harinya saja kita sudah di jajah oleh sistem yang bernama nasionalisme.

10-Agustus-2024, Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang di salurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.

Harga pertamax yang tadinya naik dari Rp12.950 per liter menjadi Rp.13.700 per liter di sekitaran Jakarta dan Jawa Barat sedangkan di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp14.300 per liter, di lansir menurut artikel CNN Indonesia. Tidak ada masalah bagi kami rakyat menengah ke bawah dengan Keputusan tersebut, kami masih bisa menggunakan BBM subsidi, tetapi bagaimana dengan rakyat kalangan kelas atas yang tidak ada kenaikan pun beberapa dari mereka ada yang masih menggunakan BBM subsidi, bahkan beberapa masih ada yang enggan membayar menurut pengakuan teman saya yang pernah bekerja sebagai pengisi bahan bakar di pom bensin.

Kami selaku rakyat menengah ke bawah tidak keberatan dengan Keputusan tersebut, tetapi yang menjadi kekhawatiran kami saat inih adalah semakin membludaknya antrian BBM subsidi saat kami sedang mengisi bahan bakar. Harga normal saja antrian sudah membludak apalagi ketika semua orang mengetahui harga Pertamax naik lagi. Jika kalian sering memperhatikan saat sedang mengisi bahan bakar di pom bensin terdekat, manakah yang memiliki antrian terpanjang antara Pertamax dan Pertalite? Bahkan funfactnya beberapa orang mengisi bahan bakar Pertamax bukan karena mereka ingin mengisinya, tetapi karena antrian di stand Pertamax merupakan salah satu antrian paling sepi, jadi mereka bisa lebih cepat dan tidak perlu panjang mengantri.

Tidak hanya BBM saja yang naik di tahun inih, tetapi Kopi hitam yang sering di nikmati kami selaku kalangan rakyat menengah ke bawah juga ikut naik. Mungkin beberapa orang menganggap itu hal yang sudah biasa, tetapi beberapa orang lainnya menganggap itu bukanlah hal yang wajar, setelah enam tahun Kopi Hitam menemani perjalanan kami, akhirnya Kopi Hitam juga tergerus oleh sistem rupiah yang nilainya semakin turun setiap tahun.

Seperti lirik lagu om Iwan Fals, “BBM naik tinggi susu tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi anak bayi kurang gizi”, tulisan ini pun terinspirasi dari lagu tersebut. Kenaikan BBM adalah hal yang sudah biasa, tetapi kenaikan kopi hitam, ASTAGA. Mungkin beberapa dari kalian akan ada yang menuntut solusi setelah membaca tulisan inih, masalahnya kalau kami berhasil memberikan solusi terus orang-orang yang di dalam gedung sanah kerjanya ngapain.

Berikut tabel Harga BBM terbaru Pertamina per 10 Agustus 2024.

Provinsi

Pertalite

Pertamax

Pertamax Turbo

Dexlite

Pertamina Dex

Pertamax Green

Jakarta

Rp10.000 per liter

Rp13.700 per liter

Rp 15.450 per liter

Rp 15.350 per liter

Rp 15.650 per liter

Rp 15.000 per liter

Aceh

Rp 10.000 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 14.400 per liter

Rp 14.550 per liter

Rp 15.100 per liter

-        

Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung

Rp 10.000 per liter

Rp 14.000 per liter

Rp 15.800 per liter

Rp 15.700 per liter

Rp 16.000 per liter

-        

Batam

Rp 10.000 per liter

Rp 13.000 per liter

Rp 14.700 per liter

Rp14.600 per liter

Rp14.900 per liter

-        

Jambi

Rp 10.000 per liter

Rp 14.000 per liter

Rp 14.750 per liter

Rp.15.800 per liter

Rp 16.000 per liter

-        

Bengkulu

Rp 10.000 per liter

Rp 14.300 per liter

Rp 16.150 per liter

Rp 16.050 per liter

Rp 16.350 per liter

-        

Bangka Belitung

Rp 10.000 per liter

Rp 14.000 per liter

Rp 14.750 per liter

Rp 14.900 per liter

Rp 16.000 per liter

-        

Banten

Rp 10.000 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 15.450 per liter

Rp 15.350 per liter

Rp 15.650 per liter

-        

Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta

Rp 10.000 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 14.400 per liter

Rp 14.550 per liter

Rp 15.100 per liter

-        

Bali

Rp 10.000 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 14.400 per liter

Rp 14.550 per liter

Rp 15.650 per liter

-        

NTB

Rp 10.000 per liter

Rp 15.450 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 15.350 per liter

Rp 15.650 per liter

 

NTT

Rp 10.000 per liter

Rp 15.450 per liter

Rp 13.700 per liter

Rp 14.550 per liter

Rp 15.100 per liter

( Biosolar Non Subsidi ) Rp 14.450 per liter

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur

Rp 10.000 per liter

Rp 15.800 per liter

Rp 14.000 per liter

Rp 14.900 per liter

Rp 15.650 per liter

-        

Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara

Rp 10.000 per liter

Rp 16.150 per liter

Rp 14.300 per liter

Rp 14.900 per liter

Rp 15.450 per liter

-        

All Sulawesi

Rp 10.000 per liter

Rp 14.750 per liter

Rp.14.000 per liter

Rp 14.900 per liter

Rp 16.000 per liter

-        

Maluku, Maluku Utara

Rp 10.000 per liter

-        

Rp 14.000 per liter

Rp 14.900 per liter

-        

-        

Papua

Rp 10.000 per liter

Rp 14.750 per liter

Rp 14.000 per liter

Rp 15.700 per liter

-        

-        

Papua Barat, Papua Barat Daya

Rp 10.000 per liter

             

Rp 14.000 per liter

Rp 14.900 per liter

Rp 15.450 per liter

-        

Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah

Rp 10.000 per liter

-        

Rp 14.000 per liter

Rp 15.700 per liter

-        

-        

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA DALANG DI BALIK PENYIRAMAN AIR KERAS KEPADA AKTIVIS KONTRAS "ANDRI YUNUS"?

MAY DAY: PERJUANGAN ITU TENTANG PERLAWANAN BUKAN PERAYAAN

JATUH CINTA SEKALIGUS PATAH HATI TERSINGKAT DI DUNIA