ULASAN FILM MENJELANG AJAL 2024 ( NEARING DEATH 2024 ) : FILSAFAT SHAMANISME DAN BUDAYA MATRIARKI DALAM FILM MENJELANG AJAL 2024
Hari ini adalah minggu
terakhir saya kebagian sift malam dan sialnya karena merasa bosan untuk
menunggu jam kerja yang akan datang saya malah menonton film horror. Hal ini
membuat sugesti saya bertambah parah akan betapa horornya saat malam hari di
tempat kerja namun anehnya adrenaline saya sedikit terpacu untuk menantang
kehororan yang terjadi di tempat kerja.
Saya suka film horror sejak
kecil, setiap ada film horror di televisi akan selalu saya tonton tanpa
melewatkan sedikitpun adegan, meski ada beberapa adegan mencekam yang mampu
meledakan kepala saya dan yang lebih ngeselinnya padahal semakin saya dewasa saya
tau kalau semua film horror itu di produksi dan di setting sedemikian
rupa oleh praktisi seni perfilman dan semua hantu apalagi setiap adegan yang
ada di sana adalah script yang di buat, namun saya masih selalu terkejut
setiap kali setan muncul dalam film horror.
Sampai sekarang saya masih
suka dengan film horror, dan fun factnya film horror merupakan salah satu film
terlaris dalam industri perfilman. Wow!. Hingga akhirnya semakin dewasa saya
semakin menyadari horror sesungguhnya itu bukanlah hantu di film horor melainkan
saat kita tidak punya tujuan dan tidak punya uang.
Film horror yang saya tonton
kali ini berjudul Menjelang ajal atau Nearing Death. Dalam teori ilmu
kedokteran neurosains, Nearing Death merupakan salah satu pengalaman
yang di lihat seseorang sesaat sebelum menjelang kematiannya, penjelasan
singkatnya dapat anda lihat di youtube Dokter Ryan Keswandi seorang ahli ilmu
bedah otak.
Tetapi kali ini kita tidak
sedang membahas teori ilmiah dari sudut pandang neurosains, kali ini
kita akan membahas tentang sebuah film horror yang manah di situh bercerita
tentang seorang wanita yang mengambil jalan pintas dengan cara memasang jimat
atau penglaris pada dirinya untuk warungnya agar dapat menghidupi ketiga
anaknya yang manah sampai akhirnya wanita tersebut di lahap oleh jimatnya
sendiri dan meninggal dunia.
Film ini di sutradarai oleh
Hadrah Daeng Ratu di tulis oleh Deni Saputra serta di produksi oleh Rapi Films.
Sekar sang tokoh utama dalam film ini di bintangi oleh Shareefa Daanish,
pemeran, model, juga presenter asal Indonesia. Dan tahukah kamu apa alasan
sutradara memilih Shareefa Daanish untuk berperan sebagai tokoh utama di film
menjelang ajal. Mari kita bahas!.
SHAREEFA DAANISH SI JUDES
KELAHIRAN BRITISH
Tahukah kamu, entah kenapa
Shareefa Daanish inih selalu cocok dengan perannya ketika bermain di film horror,
dengan wajah cantik dan judesnya seolah film yang memilih dia untuk menjadi
tokoh utama, bukan dirinya, atau si sutradara. Sebelum menjadi Sekar, tokoh
utama dalam film Menjalang ajal 2024, beberapa kali Shareefa Daanish juga
membintangi film horor lain, seperti contohnya film Asih, yang manah di situh
dia sebagai setannya atau film rumah dara, ihh itu Shareefa Daanish terlihat
menikmati sekali saat menjadi ibu-ibu misterius yang entah datang dari manah
lalu membunuh satu persatu orang yang ia temui.
Gadis manis kelahiran British
ini menduduki posisi teratas juga di juluki sebagai ratu horror perfilman Indonesia.
Memang aura yang di pancarkan oleh artis satu ini saat bermain peran di film horror
mampu membuat siapapun bergidik ngeri saat melihatnya menjadi seorang hantu.
Dan tahukah kamu meski ia di juluki sang ratu horror, banyak juga film yang
bukan horor di bintangi oleh Shareefa Danish, contohnya Imperfect, karya Ernest
Prakarsa, dia juga main di situh.
Bagaimana jika bukan Shareefa
Daanish yang tidak menjadi tokoh utama dalam film tersebut? Apakah film
tersebut akan sama bagusnya? Bukan bermaksud sok menjadi sutradara tapi ini
hanya kira-kira, siapa ya artis yang cocok untuk menjadi tokoh utama dalam film
Menjelang ajal selain Shareefa Daanish. Misal Ayu Laksmi yang menjadi pemeran
utama di film menjelang ajal, gak cocok wajahnya, Ayu Laksmi lebih cocok
menjadi ibu-ibu yang sakit-sakitan terus bangkit dari kubur atau Luna maya deh
misalnya, gak cocok juga, wajahnya terlalu penyayang.
Sempat terpikirkan Hannah
Arrasyid, tapi kayaknya engga deh. Shareefa Daanish memang satu-satunya ratu
horror dalam perfilman Indonesia.
KEMATIAN USTAD DAN PERAN DUKUN
DALAM FILM MENJELANG AJAL
Film Pengabdi Setan pernah
mendapat kecaman dari beberapa netizen karena kematian Ustad yang terjadi
sebanyak dua kali di film Pengabdi Setan 1 dan 2. Menurut netizen di Twitter kematian
Ustad dalam film Pengabdi Setan 1 dan 2 itu menunjukan bahwa Joko Anwar memang
tidak senang dengan Ustad, hingga di kedua filmnya ia selalu membuat
seolah-olah Ustad sangat tidak berdaya. Namun, menurut penjelasan Joko Anwar di
channel Youtube Raditya Dika dia bercerita itu semua bukan karena ia tidak
menyukai Ustad tetapi karena karakter hantu atau villain di film Pengabdi Setan
itu terlalu kuat sampai Ustad pun kewalahan menghadapinya.
Tetapi yang kita bahas kali
ini bukan film Pengabdi Setan namun sebuah film horror baru tahun 2024, yaitu
adalah Menjelang Ajal. Film inih bercerita tentang seorang Ibu yang akhirnya
memutuskan untuk memasang Jin penglaris dari seorang dukun bernama Mbok Ambar
pada dirinya supaya dagangannya laku sampai akhirnya jin penglaris itu pun
mencelakai dirinya dan keluarganya.
Semua kejadian buruk yang di
alami bu Sekar bermula saat Mbok Ambar sang dukun meninggal dunia. Hingga
akhirnya Bu Sekar meminta bantuan ke dukun lain untuk mengatasi masalahnya,
namun kesaktian sang dukun tidak mampu menjamah kekuatan jin penglaris yang ada
pada Sekar.
Sampai akhirnya anaknya Bu
Sekar yang paling bontot pun sering melihat penampakan aneh dan ternyata itu
merupakan gejala atau tanda-tanda menjelang kematiannya. Bu Sekar kerasukan dan
tahlilan di adakan untuk menenangkannya, Ustad dan jamaah datang untuk ikut
membantunya. Bu Sekar kumat saat Ustad dan Jemaah lainnya membaca tahlil kepada
dirinya. Hingga Jin yang ada di tubuhnya pun mengeluarkan sihir untuk
mengangkat Ustad dan mendorongnya ke dinding sampai sang Ustad meninggal.
Peran dukun di film Sekar
sangat merepresentasikan budaya juga kepercayaan yang ada di Indonesia. Tidak
menutup kemungkinan di beberapa tempat masih mempercayai hal tersebut dan melakukan
hal yang sama seperti yang Sekar lakukan. Dan itu hak mereka masing-masing,
kita hanya perlu menghormatinya. Tidak menutup kemungkinan juga film inih akan
menaikan kembali industri perdukunan di Indonesia yang sempat terpuruk.
Tetapi apakah film menjelang
ajal akan bernasib sama seperti film Pengabdi Setan yang di serang
habis-habisan oleh netizen. Sepertinya tidak, karena untungnya ada peran hero
pengganti lain di film inih. Siapakah itu? Kalian penasaran kan sama filmnya,
langsung ajah ke bioskop nonton.
SHAMANISME DALAM FILM
MENJELANG AJAL
Shamanisme adalah aliran
filsafat yang telah lama di pelajari oleh para antropolog dan cendikiawan agama
di seluruh dunia. Di gembor-gemborkan sebagai studi lintas budaya pertama yang
lengkap tentang Shamanisme karya Mircea Eliade “Shamanism : The Archaic
techniques of ectasy” mengeksplorasi variasi dan kesamaan dalam spesialis agama
yang seringkali menjadi penyembuh dalam masyarakat yang lebih kecil. Mengakui
pentingnya karya Eliade, antropol Michael Winkelman ( 2010 : 45 ) mengatakan
bahwa “sintesis data lintas budaya Eliade ( 1964 ) menggambarkan universalitas
shamanisme dan fungsi sosialnya”. Lebih jauh, Winkelman mencatat bahwa
penelitian Eliade mengungkapkan spesialisme Shamanisme dalam memahami,
mengelola, dan membentuk, kesadaran dan emosi. Mirip dengan psikolog primordial,
dukun dalam masyarakat seluruh dunia memainkan peran penting dalam mengelola “hubungan
sosial, Kesehatan, dan interaksi dengan alam, juga supranatural”, Winkelman (
2010 : 45 ).
Dalam sejarah peradaban lintas
budaya, peran dukun atau shamanisme adalah untuk menyembuhkan, meramal, juga
praktik kebudayaan di beberapa tempat melalui definisi tertentu yang di katakan
oleh beberapa filsuf seperti Eliade dan juga Winkelman. Hingga akhirnya
Shamanisme mengalami suatu pergeseran kepercayaan. Yang tadinya tugas seorang
dukun hanya menyembuhkan, meramal, serta mempraktikan kebudayaan sekarang tugas
dukun adalah untuk mensejeterahkan orang-orang tertentu. Hingga akhirnya ada
beberapa oknum yang mengambil kesempatan tersebut untuk menipu hanya sekedar
untuk mengambil keuntungan.
Tetapi bagaimana dengan
praktik Shamanisme dalam film menjelang ajal? Shamanisme dalam film menjelang
ajal bertugas bukan untuk menyembuhkan atau meramal tetapi untuk mensejaterahkan
orang-orang tertentu. Namun, nilai-nilai kebudayaan yang terdapat dalam film
menjelang ajal termasuk dalam praktik kebudayaan shamanisme.
MATRIARKI DALAM FILM MENJELANG
AJAL
Film menjelang ajal merupakan
film yang bergenre horror, thriller. Film inih di rilis tanggal 30 April bulan
lalu dan sudah tayang di beberapa bioskop kesayangan anda. Tetapi tahukah kamu
film ini juga menunjukan budaya Matriarki yang seringkali kita alami dan kita
jumpai dalam kehidupan nyata.
Sebelumnya pernahkah kamu
mendengar atau tahu tentang Matriarki? Matriarki adalah kebalikan dari
Patriarki, jika Patriarki artinya di manah para penguasa dan perlakuan tirani
lebih di dominasi oleh laki-laki nah Matriarki ini sebaliknya, yaitu di mana
para penguasa dan perlakuan Tirani ini lebih di dominasi oleh kaum Perempuan.
Di film menjelang ajal, sang
tokoh utama, Sekar dari awal film hingga akhir terlihat sekali untuk
mendominasi seluruh keluarganya untuk menyelamatkan seluruh keluarganya dari
jurang kemiskinan. Sejak kepergian suaminya yang meninggal dunia, mau tidak mau
Sekar harus berjuang untuk keluarganya meski nyawa taruhannya.
Alhasil Sekar meminta bantuan
kepada seorang Shaman untuk meramaikan usahanya supaya ia bisa membayar
seluruh biaya sekolah anak-anaknya serta biaya hidup anaknya. Tanpa seorang
suami Sekar menghidupi seluruh anaknya dengan seluruh jiwa raganya hingga
anaknya bertumbuh dewasa.
Di film ini ada seorang anak
pertama dari Sekar yang akhirnya sudah bertumbuh dewasa, tetapi karena
pekerjaannya yang serabutan, Sekar sebagai ibunya selalu menentangnya dan
menyuruhnya untuk berkuliah, namun anak pertama dari Sekar merasa kuliah tidak
menjamin kesuksesan, dan Sekar pun mengusirnya dari rumah karena tidak menurut
perintahnya.
Konsep Matriarki sendiri
muncul di kalangan pemikir Eropa pada abad ke -19. Pada tahun 1861, antropolog Swiss
Johann Jakob Bachofen memublikasikan sebuah kajian mengenai masyarakat kuno di
mana dalam masyarakat tersebut ada aturan Perempuan yang menjadi salah satu
tahap awal dari perkembangan sosial. Konsep ini ditandai dengan adanya
ketidakaturan seksualitas dan ketidakberdayaan Perempuan. Bachofen berpendapat
bahwa Perempuan melawan situasi tersebut, mengambil peran yang dominan,
menguasai property, memerintah keluarga mereka, dan memperoleh kekuasaan
politik. Matriarki juga muncul sebagai respons atas adanya gerakan partiarki.
Matriarki sendiri berkembang
pesat di negara seperti Asia dan Afrika, bahkan di Indonesia sendiri Matriarki
turut mengambil alih sistem sosial, Ekonomi, Politik, dan budaya yang ada di
Indonesia, salah satu masyarakat matrilineal yang ada di Indonesia yaitu suku Minangkabau
yang bertempat di Sumatra barat. Kaum Perempuan dalam suku Minangkabau memiliki
keistimewaan khusus serta dapat mengambil peranan penting di dalam komunitas.
Gimanah? Sekarang kalian sudah
mengenal apa itu Patriarki dan Matriarki kan. Di daerah kalian sendiri manakah
di antara keduanya yang lebih mendominasi, apakah Matriarki atau Patriarki. Yuk
coba komen!.

Komentar
Posting Komentar