MEMBEDAKAN MALAS DAN BURNOUT LEWAT SELF-AWARENESS

 


Sering merasa kehilangan motivasi atau lelah berkepanjangan? Bisa jadi itu tanda malas atau burnout. Kedua kondisi ini seringkali muncul tanpa terduga seperti mantanmu, dan banyak sekali orang yang masih salah kaprah mengenai dua kondisi tersebut namun lewat Self-Awareness, kita bisa mengenali kondisi diri dan menemukan solusi yang sesuaiSeorang teman saya pernah bekerja terlalu keras hingga mengalami burnout. Alih-alih beristirahat, ia memaksakan diri hingga akhirnya menyerah dan kehilangan banyak peluang. Lama-kelamaan ia terbiasa dengan kondisi tersebut dan kehilangan motivasi untuk kembali bekerja. Namun lewat buku Self-Awarenees kondisi tersebut bisa di atasi.

Di buku itu tertulis, kebanyakan orang selalu menanyakan “Kenapa?” untuk mencari alasan logis atas kejadian yang menimpa mereka sampai lupa bertanya “Apa?” sehingga stuck di situasi tertentu yang harusnya bisa mereka atasi dengan pertanyaan “Apa?”. Lalu bagaimana cara membedakan malas dan burnout, berikut penjelasannya!.

APA ITU BURNOUT DAN MALAS?

Malas merupakan kondisi di mana saat seseorang tidak memiliki motivasi sama sekali untuk melakukan kegiatan tersebut dan itu bisa di atasi dengan sedikit dukungan, sedangkan burnout merupakan kondisi saat seseorang memiliki motivasi untuk melakukan kegiatan tersebut namun ia kewalahan dan merasa lelah luar biasa untuk melakukan kegiatan tersebut sehingga mempengaruhi performa kerjanya.

Setiap orang memiliki jatah malas masing-masing, minimal satu hari dalam seminggu untuk tidak melakukan apapun diluar kebiasaannya, seperti contohnya saya harusnya hari ini merupakan jatah malas saya untuk tidur siang sampai akhirnya saya menyadari semakin saya malas dan menunda, semakin jauh saya untuk mencapai Self-Discipline.

Bahkan semua orang memiliki jatah burnout masing-masing meskipun beban kerja dan tekanan yang dialami setiap orang berbeda-beda tetapi rasa lelah tidak bisa kita hilangkan begitu saja dari muka bumi, karena itu merupakan salah satu tanda jika kita masih manusia.

 

CARA MENGATASI MALAS DAN BURNOUT MENURUT BUKU SELF-AWARENESS

Bayangkan bagaimana jika rasa lelah itu hilang dari muka bumi? Mungkin cerita “Putri Tidur” akan berganti nama menjadi “Putri Insomnia”. Menurut buku Self-Awareness karya Astrid Savitri, Self-Awareness bukanlah tentang menyadari dan menginstrospeksi diri sendiri meski tahu diri sendiri sudah benar melainkan tentang menyadari kondisi diri sendiri saat ini, saat lalu, dan saat yang akan datang.

Semakin cepat menyadari kondisi yang sedang dialami itu malas atau burnout artinya semakin cepat kita untuk mengatasi kondisi tersebut. Meskipun tidak mudah dan kadang membutuhkan seseorang untuk memberikan feedback dan memberikan Second Opinion.

Burnout dan malas memang sering disalahartikan. Dengan meingkatkan Self-Awarenees, kita bisa lebih peka dengan kondisi diri untuk mengetahui kapan harus beristirahat dan kapan harus melatih disiplin diri. Kenali tanda-tandanya, ambil tindakan yang tepat dan jaga keseimbangan hidup!.

Ingin lebih memahami cara mengatasi burnout dan malas? Baca buku Self-Awarenees karya Astrid Savitri atau cek artikel aku lainnya tentang manajemen strees!.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA DALANG DI BALIK PENYIRAMAN AIR KERAS KEPADA AKTIVIS KONTRAS "ANDRI YUNUS"?

MAY DAY: PERJUANGAN ITU TENTANG PERLAWANAN BUKAN PERAYAAN

JATUH CINTA SEKALIGUS PATAH HATI TERSINGKAT DI DUNIA